PAGUCINEWS.COM – Redaksi pagucinews.com memberikan tanggapan resmi terkait komentar yang muncul di kolom komentar website terkait pemberitaan UPTD Puskesmas Air Lais.
Baca Juga
Kapolri: Menghormati Keputusan Majelis Hakim Atas Vonis Ketiga Terdakwa Surat Jalan Palsu
Komentar tersebut datang dari akun bernama Ruth simanjuntak, dengan email rutmiatisimanjuntak29@gmail.com yang menuliskan kritik bahwa media tidak jelas, sumber selalu disembunyikan, dan menyebut berita di-framing sesuka hati.
Dalam komentar tersebut, penulis juga mengakui sebagai orang yang menyambut jurnalis di depan pintu Puskesmas yang ingin memberikan kursi roda.
Baca Juga
Bupati Bengkulu Utara Mengikuti Retret, Memperluas Wawasan Kepemimpinan
Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Redaksi pagucinews.com menegaskan bahwa perlindungan terhadap narasumber adalah, kewajiban hukum, bukan untuk menutupi kebenaran.
Baca Juga
7 Alasan Janda Semakin di Depan, Punya Aura Begitu Menggoda
“Kami melindungi identitas nakes Pustu yang menjadi sumber kami sesuai dengan amanat UU Pers No. 40 Tahun 1999 Pasal 4 Ayat (4) yang menyatakan wartawan memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber. Mereka adalah whistleblower yang posisinya rentan,” tegas Redaksi.
Redaksi juga menegaskan bahwa pola pemberitaan yang berlanjut dari hari ke hari (pungli Pustu, Kapus tidak ada saat jam kerja, anggaran Wifi Rp27,2 juta) adalah bagian dari investigasi, bukan gosip.
“Fakta yang kami angkat semuanya berbasis data. Anggaran Wifi Rp27,2 juta per tahun atau Rp2,2 juta per bulan itu data anggaran tayang, BOK Rp392 juta itu data resmi.
Sampai komentar ini ditulis, tidak ada satu pun angka tersebut yang dibantah oleh pihak Puskesmas. Yang ada hanya serangan personal,” lanjutnya.
PAGUCINEWS.COM tetap membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak Puskesmas Air Lais untuk memberikan klarifikasi dengan data pembanding, seperti Rencana Usulan Kegiatan (RUK) BOK, kontrak Wifi, dan dasar hukum pungutan Pustu.
Jika merasa dirugikan, silakan gunakan hak jawab, bukan memblokir nomor wartawan.
Redaksi -Suliswan




















































