BENGKULU UTARA –Adanya dugaan Perusakan Hutan Wisata Alam PLG Sebelat oleh Oknum Pemodal yaitu Tambang Batu Bara mengakibatkan Perusakan Hutan, Aktivis Generasi muda Pekal yang juga Aktivis Penyelamat Wisata Alam Hutan PLG Sebelat siap usir penambang Batu Bara jika tidak mengindahkan.
Ibnu Majah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Reformasi Anak pekal mengatakan, Hutan Wisata Alam PLG Sebelat adalah ikon wisata yang ada di daerah bumi pekal, selain Gajah di hutan tersebut banyak hewan yang di lindungi, seperti hewan-hewan khas di alam TNKS, Ular, Biawak, Harimau, Kancil, Rusa dan jenis burung lainnya.
Ya jaika wilayah tersebut di jadikan tambang batu bara, potinsi banjir akan terjadi begitu juga hewan yang ada di kawasan tersebut akan punah dan musnah, “kata Ibnu Majah.
Maka sebagai putra asli sungai sebelat lahir di suka merindu menolak keras,beroperasi tambang batu bara PT Inmas Abadi tersebut, Ya juga siap turunkan gnerasi muda pekal untuk melarang penambang batu PT Inmas Abadi tersebut,Rabu (27/10/2021).
“Ya itu menurutnaya banyak mudaratnya dari pada manfaatnya jika tambang batu bara beroperasi terutama tentang Manfaat hutan Wisata Alam PLG Sebelat tersebut, ketusnya
Selain itu dia minta Gubernur Bengkulu dan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI meninjau ulang Izin PT Api, sebab saat ini saya dapat informasi dari warga PT Api mulai masuk wilayah Alam Hutan PLG.
Sebagai anak pekal kami tidak akan tinggal diam untuk penyelamatn Hutan Wisata Alam PLG Sebelat dari kerusakan oleh oknum Pemodal menanam sahamnya di daerah itu Baik Tambang Batu Bara Inmas Abadi dan PT Api yang nota bene dulunya belum menyebrang sungai sebelat dan saat ini diduga sudah masuk wilayah Hutan Wisata Alam PLH Sebelat dan HPT Lebong Kandis.
Juga ya menjelaskan dalam waktu dekat pihaknya akan aski kemah bersama depan PLG Sebelat dengan peduli lingkungan dan serta Mahasiswa Pencita PLG, masayarakat dan generasi muda wilayah PLG Sebelat.
Generasi Muda Mahasiswa asal Bumi Pekal serta desa tempat Wisata PLG Sebelat Saputra mengatakan, sebagai generasi muda dan pencita alam PLG sangat menolak keberadaan Tambang Batu bara tersebut, kami sangat yakin jika tambang di buka dan beroperasi mudaratnya sangat banyak sekali. Kami siap pasang badan untuk kelangsungan Hutan PLG tersebut
“Ya saya Saputra sebagai anak pekal tinggal di wilayah PLG mengerti betul betapa susahnya Wisata tersebut masuk wilayah kami, kalau tidak salah PLG masuk wilayah kami tahun 1986 yang lalu, saat ini enak saja pihak oknum pemodal mau merusak tempat Hutan Wisata Alam PLG kami, intinya kami sangat menolak keberdaan tambang tersebut . (**)
Redaksi : Pagucinews.com























































