Pagucinews.com – Lahan pertanian masyarakat, lahan ulayat yang berjarak 1 km dari jalan Raya Tugu Simpang Tiga dengan jarak tempuh jalan kaki 15 menit, lebih kurang 4000 hektar menjadi lahan tidur akibat tidak ada dukungan dan partisipasi Pemerintah Kaur.
Masyarakat pentai untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dari sektor pertanian dan perkebunan sangat di butuhkan campur tangan pemerintah, terutama pembangunan infrastruktur jalan..
Tokoh Masyarakat Ahmad Kudsi menyampaikan Lokasi pertanian rakyat ini, andaikan ada pembangun Jalan dan Jembatan tentu saja bisa menumbuhan minat dan keinginan masyarakat untuk menggarap lahan ini menjadi lahan produktif.
Jalan adalah penunjang pengangkutan bibit, pupuk, hasil serta mempermudah akses menuju kebun tersebut, sebagai gambaran hasil dari 4000 hektar ini seandainya di buka kebun Kelapa sawit maka bisa menghasilkan 2.880.000 atau 2,88 juta ton pertahun atau dirupiahkan 122,4 Milyar pertahun kalau kita kalikan satu kali masa produksi
“Iya seandanya ada perhatian pemerintah membangun Infrastruktur maka lokasi pertanian masyrakat bisa mengasilkan 3,677 triliun,”ujar Ahmad Kudsi.
Untuk kita ketahui bersama lokasi hamparan air Simbar Badak kiri dan Air simbar badak kanan yang merupakan hutan belukar yang tidak termasuk HPT apalagi hutan Lindung.
Untuk itu Ahmad Kudsi Berharap Kepada Pemerintah Kaur untuk membantu masyarakatnya dengan memproritaskan yang utama sekali bisa membangun jalan dan jembatan dilokasi ini yang sudah bertahun tahun menjadi harapan masyarakat Kaur utara selama ini.
“Iya semoga kiranya Pemerintah Kaur ini nanti bisa membantu masyarkat dalam peningkatan hasil pertanian, dengan membangun akses jalan untuk menuju lahan yang selama ini sulit di jangakau karena tidak adanya jalan yang di bangun pemerintah.(Asmadi)
Redaksi : Pagucinews





















































