PAGUCINEWS.COM – Kontraktor PT. Rimbo Peraduan, yang mengerjakan proyek pembangunan jalan, banjar sari, malakoni dan kayu Apuh di kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, memilih menggunakan material tanah uruk dan batu bordel dari tambang galian C ilegal atau tidak berizin (perorangan).
Baca Juga/Operasi Musang Nala I Tahun 2024, Polres Bengkulu Utara Amankan 12 Orang
Padahal proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksana Jalan Nasional Bengkulu, satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Provinsi Bengkulu tersebut menelan anggaran Rp 67 miliar lebih itu, dikerjakan mulai pada tanggal 13 november 2023 hinga 2024 (365 hari kalendir ) itu diduga menggunakan material galian C perorangan diduga Ilegal.
Sementara itu, pihak rekanan, PT.Rimbo Peraduan, dikonfirmasi melalui saluran telepon, enggan merespon, untuk dikonfirmasi mengenai proyek jalan, mengunakan material galian C perorangan diduga Ilegal, menggunakan lahan perorangan warga setempat.
Warga yang namanya ada di redaksi Media Ini, menyampaikan jika mengikuti aturan sudah pasti materialnya harus Galian C yang berizin. “seharusnya sesuai dengan kesepakatan tokoh masyarakat dan pengelola galian C yang legal di kelola oleh Bumdes di tiga desa, Bundes Desa Kana,Bumdes Desa Malakoni dan Bumdes Desa Apoho.
”Namun sangat di sayangkan perjanjian itu di ingkari oleh pelaksana pembangunan proyek jalan PT Rimbo Peraduan, memilih dengan menggunakan material galian C perorangan yang di duga tidak memiliki Izin atau Ilegal.
Sementara itu, Pelaksana PT Rimbo Peraduan di konfirmasi Lewat Whatsapp enggan merespon hingga berita ini dipublish.(Ya)
Redaksi – Suliswan























































