PAGUCINEWS.COM = Mulai sekarang kantor pelayanan PDAM Tirta Selagan Mukomuko pindah ke gedung taman holtikultura di desa kota Praja kecamatan Air manjunto.
Di kota praja PDAM diberi fasilitas tempat yang lebih refresentative untuk meningkatkan pelayanan publik, prosesi peresmian gedung baru PDAM dipimpin langsung oleh Bupati Mukomuko Sapuan SE, MA, AK, CA, CPA
Dengan diresmikannya kantor PDAM ini dapat memberikan nuansa baru semangat baru baik bagi jajaran pengurus maupun karyawan PDAM kata Bupati Sapuan usai peresmian.(29/09/22).
Peresmian kantor baru ini Bupati menitipkan harapan besar kepada manajemen PDAM diminta untuk bekerja keras mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
”Ke depan kita berharap Pak direktur beserta jajarannya betul-betul bekerja keras untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat mari kita jaga dan pelihara dengan baik jaringan PDAM yang sudah ada ungkap Bupati
Jaringan PDAM di wilayah kabupaten Mukomuko sebagian masih di bawah naungan balai sungai Sumatera ( BWS ) VII Bengkulu. Bupati berharap dalam menjaga dan memelihara aset tersebut pihak manajemen PDAM dapat bersinergi dan terus berkoordinasi dengan BWS.
”Jaringan air baku PDAM masih di bawah naungan BWS. tentunya, kita jaga dipandang penting untuk terus berkoordinasi untuk meningkatkan pelayanan,”pintanya.
Perbaikan jaringan PDAM yang sudah menahun tidak berfungsi bukan hal mudah. Bupati menyadari bahwasanya banyak laporan dari manajemen, terkait kendala yang dihadapi dalam proses perbaikan jaringan.
Meski demikian, kata Bupati, daerah berkomitmen memberikan dukungan agar aset dari hasil pembangunan yang selama ini dapat dimanfaatkan masyarakat.
Kami atas nama pemerintah daerah mensupport apa yang menjadi kendala atas kekurangan-kekurangan yang dihadapi PDAM.
Besar harapan kita ke depan air bersih PDAM dapat dialiri ke tengah-tengah masyarakat seluas mungkin,” ulasnya.
Dalam optimalisasi pelayanan air bersih PDAM, tentu masih banyak yang harus dibenahi bahkan butuh tambahan jaringan baru menurut Bupati untuk menjawab persoalan ini tentunya juga diupayakan untuk menjalin komunikasi koordinasi dan dukungan pemerintah pusat.
Diakui bupati dengan jaringan pipa yang ada saat ini sesungguhnya belum mampu menampung penyaluran debit air bersih hasil produksi PDAM.
Memang harus ada jaringan tambahan sementara hari ini dilihat dari kecepatan hari ini kita baru dipakai 10 hingga 15 persen,”ujarnya.
”Sebenarnya masih bisa dimaksimalkan kecepatannya untuk mengaliri air ke masyarakat tapi saluran yang kita miliki belum memadai untuk itu,” paparnya.(Budi)
Redaksi : Suliswan






















































