PAGUCINEWS.COM – Dinas pendidikan kabupaten bengkulu utara dalam hal ini bagian PAUD melaksanakan kegiatan bimbingan teknis BOSP Jenjang PAUD, hari pertama di ikuti 225 guru PAUD yang ada di lingkup dinas pendidikan bengkulu utara.
Baca Juga /Becek dan Digenagi Air Halaman Sekolah, Kepsek SMPN 65 BU, Minta Pemasangan Paving Block Tahun 2026
Bimbingan teknis BOSP Jenjang PAUD ini, dilaksanakan di gedung Sangkar Kegiatan Belajar (SKB) di laksanakan selama dua hari dimulai tanggal 23 dan 24 di buka langsung oleh Plt kadis pendidikan Kusno,S.Pd.M.Pd.
Baca Juga /Program Bantuan Seragam Sekolah Gratis Mulai di Salurkan
Dalam sambutan Plt Kadis Kusno, menyampaikan dengan adanya bimbingan teknis BOSP ini, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi bendahara, kepala sekolah, dan operator sekolah dalam mengelola Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) secara akuntabel.
Baca Juga /Bupati Apresiasi Atas Grand Launching Internasional Futuristic School Darul Fikri
“Ia Bimbingan teknis (Bimtek) ini penting untuk memastikan pengelolaan dana yang tertib, efisien, transparan, dan bertanggung jawab untuk mendukung mutu pendidikan anak usia dini (PAUD),”kata plt kadis Kusno.
Kabid PAUD Dinas Pendidikan Bengkulu Utara Yentifisniarsih, S.Sos,MM. Dalam sambutanya menyampaikan, tujuan utama Bimtek BOSP guna membekali peserta (kepala sekolah, bendahara, operator) dengan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan BOSP, yang natinya akan di pandu oleh narasumber dari BPMP provinsi Bengkulu, Devi Hidayat, ST.

Poto Peserta bimbingan BOSP bersama plt kadis kusno, kabid paud dan narasumber
“iya guna memastikan dana BOSP dikelola secara akuntabel, efisien, dan transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Memahami peraturan terbaru terkait pengelolaan BOSP, termasuk peraturan perundang-undangan yang relevan yang akan di paparkan oleh narasumber,”kata Yentifisniarsih.
Sementara narasumber dari BPMP Provinsi Bengkulu, Devi Hidayat, ST. Di hadapan para peserta dari guru PAUD menyampaikan bimbingan BOSP merupakan sala satu instrumen pendanaan strategis untuk memastikan setiap sekolah memiliki sumber daya dalam menyelenggarakan layanan dasar pendidikan.
Selain itu, kolaborasi tiga pilar, diantarnya pendanaan pendidikan merupakan tangung jawab bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Dana BOSP adalah wujud komitmen pemerintah pusat, tapi keberhasilannya sangat tergantung sinergi dengan pendanaan daerah dan dukungan semua pihak.
Memiliki tujuan sama, yaitu peningkatan akses dan mutu, menciptakan pembelajaran yang aman, bermutu, dan menjangkau semua anak bangsa.
“Iya dengan bimbingan ini kolaborasi tiga pilar, keberhasilannya sangat tergantung sinergi dengan pendanaan daerah dan dukungan semua pihak,” kata Devi Hidayat dalam memberikan arahan kepada peserta Bimbingan teknis BOSP Jenjang PAUD.(**)
Redaksi – Suliswan























































