Home / Bengkulu Utara / Hukum & Peristiwa

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:58 WIB

Melalui Restorative Justice, Polres Bengkulu Utara Menunjukan Komitmennya Penegakan Hukum yang Humanis

Oplus_0

Oplus_0

PAGUCINEWS.COM – Penyelesaian perkara penganiayaan ringan dengan mekanisme Restorative Justice yang dilaksanakan oleh Satreskrim Polres Bengkulu Utara kembali menunjukkan komitmennya penegakan hukum yang humanis.

Perkara tersebut melibatkan dua pelaku, yakni AL dan JF, warga Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun, terhadap korban Dedy, warga Arga Makmur.

Setelah melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh penyidik Satreskrim Polres Bengkulu Utara, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara damai dan kekeluargaan.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Kautsar Ali, S.Sos.S.I.K.M.H., menyampaikan bahwa penyelesaian perkara melalui mekanisme Restorative Justice merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa keadilan yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan pemulihan hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Ia restorative Justice menjadi salah satu upaya Polri untuk menghadirkan penyelesaian hukum yang berkeadilan, memberikan manfaat bagi semua pihak, serta menjaga keharmonisan dan kondusivitas di lingkungan masyarakat,” kata Kapolres.

Sama halnya di sampaikan, Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara, AKP Alvan Dellano, S.T.R.K., S.I.K., M.H, bahwa proses penyelesaian perkara dilakukan setelah seluruh persyaratan Restorative Justice terpenuhi dan adanya kesepakatan damai antara pelaku dan korban.

“Ini proses dilaksanakan dengan mengedepankan musyawarah, perdamaian, dan pemulihan hubungan sosial di masyarakat. Kedua belah pihak telah sepakat berdamai, saling memaafkan, serta berkomitmen untuk tidak mengulangi maupun memperpanjang permasalahan yang terjadi,” jelas Alvan Dellano.

Proses tersebut, para pelaku mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada korban. Korban pun menerima permohonan maaf tersebut dan sepakat untuk menyelesaikan perkara tanpa melanjutkan ke proses peradilan.

Dengan terselesaikannya perkara melalui mekanisme Restorative Justice, kedua pelaku kini dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Baca Juga  Jalin Silaturahmi Calon Bupati BU, Ir H Mian Kunjungi Ketua SEMAKU

Momen tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga yang selama ini berharap adanya penyelesaian terbaik bagi semua pihak.

Sementara pihak keluarga maupun kedua pelaku menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolres Bengkulu Utara beserta Satreskrim Polres Bengkulu Utara yang telah memfasilitasi proses mediasi hingga tercapainya kesepakatan damai.

“Ia kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres Bengkulu Utara dan Satreskrim Polres Bengkulu Utara. Melalui penyelesaian secara damai ini, keluarga kami dapat kembali berkumpul. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami agar ke depan tidak mengulangi kesalahan yang sama,”ujar istri AL.

Melalui penerapan Restorative Justice, Polres Bengkulu Utara terus berkomitmen menghadirkan keadilan yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus mewujudkan semangat Bakti, Amanah, Ikhlas, dan Kerja untuk Polisi yang Baik, dengan mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

Redaksi -Suliswan

Spread the love

Share :

Baca Juga

Bengkulu Utara

Gubernur Bengkulu Bersama Forkopimda Monitoring Vaksinasi di BU

Bengkulu Utara

Pemerintah Desa Taba Tembilang Serahkan Empat Alat Untuk Sanggar Seni

Bengkulu Utara

Bupati Mian Genjot  Pembangunan Infrastruktur Jalan Desa Kawasan Transmigrasi

Bengkulu Utara

Ini Capaian Kerja Dinas Lingkungan Hidup Tahun 2019-2020

Bengkulu Utara

Kabag Ops Polres Bengkulu Utara  Pimpin Patroli Gabungan Tiga Instansi

Bengkulu Utara

Pemerintah Konsekuen Demi Rakyat Gorong-gorong Yang Rusak  Segera di Perbaiki

Bengkulu Utara

Pemdes Talang Curup Bagikan Ayam Bersertifikat ke- 183 KK

Bengkulu Utara

Armiyani, Satu- satunya Anggota DPRD Perempuan BU, Terpilih Gelar Syukuran