Home / Bengkulu Utara / Pendidikan

Jumat, 20 Desember 2024 - 19:46 WIB

Konsip PAUD Melalui Sisi Traning Of Trainer, Upaya Penurunan Stunting

Traning Of Trainer (TOT) konsep pendidikan anak usia dini (PAUD) dapat diterapkan melalui berbagai metode pembelajaran

Traning Of Trainer (TOT) konsep pendidikan anak usia dini (PAUD) dapat diterapkan melalui berbagai metode pembelajaran

PAGUCINEWS.COM – Dinas Pendidikan kabupaten bengkulu utara melaksanakan kegiatan penerapan konsip PAUD melalui sisi Parenting sebagai upaya penurunan stunting bagi satuan pendidikan anak usia dini.

Baca Juga/Jumat Berkah Bupati Mian Bagikan Honor Pemuka Agama

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Sangkar Kegiatan Belajar ( SKB) bengkulu utara pada 20 Desember 2024 dengan peserta dari tenaga pendidik anak usia dini yang ada di kabupaten bengkulu utara.

Traning Of Trainer (TOT) langsung di buka oleh Bunda PAUD  Ny.Hj. Eko Kurnia Ningsih Mian, konsep pendidikan anak usia dini (PAUD) dapat diterapkan melalui berbagai metode pembelajaran, namun melalui sisi Parenting sebagai upaya penurunan stunting.

Selain itu, dalam penyampaianya buda PAUD berharap.  Ayah Bunda dan Sobat PAUD, seperti yang kita semua ketahui, proses tumbuh kembang anak berlangsung pesat dan menjadi kesempatan penting yang sangat berpengaruh pada kualitas hidup anak di masa kanak-kanak hingga beranjak dewasa.

Traning Of Trainer (TOT) langsung di buka oleh Bunda PAUD  Ny.Hj. Eko Kurnia Ningsih Mian

“Ia namun hingga kini, masalah tumbuh kembang anak, salah satunya stunting, masih menjadi momok di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia,”sampainya.

Stunting atau sering disebut pendek adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, terutama jika terjadi dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin berada di kandungan hingga anak berusia dua tahun.

Faktor lain yang juga berkontribusi pada terjadinya stunting adalah penyakit infeksi yang berulang, lingkungan yang buruk, kurangnya air bersih.

Stimulasi (rangsangan) psikososial yang tidak memadai, termasuk kurangnya akses terhadap layanan PAUD berkualitas, dan juga persepsi serta budaya masyarakat yang belum tau pencegahan stunting.

Baca Juga  Warga Masyarakat Desa Gardu Didampingi Ormas LAKI Geruduk Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara

“Ia stunting tidak hanya menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, tetapi juga mengancam perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan saat ini dan produktivitas anak di masa dewasanya,” kata bunda PAUD Eko Kurnia Ningsih Mian(Adv)

Redaksi – Suliswan

Spread the love

Share :

Baca Juga

Bengkulu Utara

Hore… Desa Wonoharjo Punya Posyandu Baru, Ini Pesan Kades Haryanto

Bengkulu Utara

Program Bangga Kencana 2025, Pemerintah BU Mendapat Penghargaan Terbanyak

Bengkulu Utara

Bupati Mian, Resmikan Pasar Rakyat Air Tenang Napal Putih

Bengkulu Utara

Kapolres Andy Pimpin Apel Gelar Pasukan, OPS Patuh Nala 2022

Bengkulu Utara

Estafet Kedua Pemimpin BU, Pantau Gebyar Vaksinasi di Setiap Kecamatan

Bengkulu Utara

Praktek Penerbitan Ujian SIM Baru Polres Bengkulu Utara

Bengkulu Utara

Bupati dan Wabup Bengkulu Utara Gelar Doa Bersama Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Bengkulu Utara

Oknum Anggota DPRD Diduga Makelar Amdal, Ini Kata DPW PAN Prov Bengkulu