PAGUCINEWS.COM – Pantauan media ini di lokasi pembangunan gedung SMK N 1 Bengkulu Utara, penanggung jawab kegiatan masih jauh dari penerapan keselamatan kerja K3.Kamis 3 September 2026.
Baca Juga
Anggota Dewan BU, Fraksi PDI Perjuangan Menghadri Musrenbangcam Hulu Palik
Di lokasi pembangunan sekolah tersebut ditemukan tidak memenuhi standar keselamatan kerja. Hal ini sangat krusial mengingat pembangunan dilakukan di lingkungan sekolah yang masih aktif, sehingga berisiko anak-anak masuk ke area kerja.
Baca Juga
Peralihan Komoditi PT Air Muring Menuai Sorotan Wakil Ketua Komisi I DPRD
Di lokasi pembangunan tidak ditemukan rambu dan marka K3. Begitu juga rambu peringatan area berbahaya yang mudah dipahami.
Sementara untuk fasilitas kesehatan, kotak P3K standar dan penyediaan air bersih juga tidak tersedia.
Baca Juga
Bunda PAUD Bengkulu Utara Dukung Kreativitas Anak Lewat Lomba Mewarnai
Padahal untuk bangunan sekolah, alokasi anggaran K3 biasanya berkisar di angka 1% hingga 1,5% dari total nilai proyek.
“Namun sangat disayangkan di setiap proyek pembangunan gedung sekolah saat ini K3 hanya topeng belaka dan hanya sekedar untuk menunjukkan bahwa K3 itu ada,” ujar sumber di lokasi.
Padahal jelas, peralatan K3 itu mencakup beberapa alat seperti sepatu, helm, rompi, kotak P3K dan obat-obatan. Selain itu lokasi yang dibangun harus dipagar karena ini lingkungan anak sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana (kepala sekolah) dan Dinas terkait belum memberikan keterangan.(**)
Redaksi -Suliswan






















































