Pagucinews.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), kabupaten bengkulu utara mengelar sosialisasi proses simulasi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam Pemilihan Serentak 2020 dengan Protokol Kesehatan.
Sosialisasi dihadi Koordinator Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Tugiran, M.Pd, Kordiv. Pengawasan, Humas dan Hubal, Tri Suyanto, SE, Selaku tim pertimbangan dan koordinator sekretariat ,Taufik Akbar Pane, Ketua DPRD Sonti Bakara,SH dan peserta lainya bertempat di sala satu Resto di kota Arga Makmur.Sabtu (21/11)

Ketua Bawaslu RI, Abham,SH,MH menjelaskan terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditempel di papan pengumuman di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dalam DPT tersebut terdapat rincian jenis disabilitas dengan keterangan jumlah pemilih normal, fisik, intelektual, mental dan sensorik.

“Iya berikan saran perbaikan untuk penamaan kolom yang ada di DPT, supaya mengganti tulisan normal dengan tulisan jumlah pemilih atau pemilih non disabilitas,” kata Abham .
Proses simulasi terdapat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 1 yang bertugas yang cukup banyak, memeriksa surat pemberitahuan memilih (C6) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), memberikan handsanitizer dan sarung tangan.
“Iya tugas KPPS 1 dapat dibagi dengan petugas sebelumnya dalam penerapan protokol kesehatan atau dilimpahkan kepada petugas yang memeriksa suhu. Atau bisa diatur oleh KPU nantinya silahkan yang penting yang hindari penumpukan harus jaga jarak,” terangnya.
Bigitu juga, Ketua Bawaslu Bengkulu Utara Titin Sumarni, estimasi waktu yang dibutuhkan pemilih saat menggunakan hak pilihnya harus diperhatikan. Lebih fokus ,lebih intens mengawasi dan perhatikan prokes kesehatan covid 19. akan dilakukan rapid test untuk menimbulkan bahwa petugas pengawas dan penyelenggara pemilu bebas dan masyarakat tidak ragu untuk ke TPS.
“Iya Pilkada dimasa pandemi jaga jarak dan penggunaan protokol Kesehatan harus betul-betul ketat dilaksanakan dengan rapid test untuk menimbulkan bahwa petugas pengawas dan penyelenggara pemilu bebas dan masyarakat tidak ragu untuk ke TPS,”kata Titin (Adv)
Redaksi : Pagucinews






















































