PAGUCINEWS.COM = Lembaga pengawal kebijakan pemerintah dan keadilan ( LP.K-P-K ) Mukomuko mengingatkan dengan tegas kepada pemerintah daerah kabupaten Mukomuko provinsi Bengkulu untuk tidak menjadikan Asesman ( lelang jabatan ) diduga sebagai formalitas semata, namun pada hakekatnya orangnya sudah disiapkan.
Toha, ketua LP.K-P-K mencontohkan mundurnya kepala dinas pekerjaan umum dan tata ruang ( PUPR ) Mukomuko. Pihaknya menduga adanya proses mekanisme lelang yang tidak profesional oleh pemerintah daerah.
Lebih lanjut Toha katakan kenapa tim asesman ini tidak menggali secara detail terkait dengan kesehatan bagi para peserta yang ikut lelang, ini ada dampak kerugian dari pemerintah daerah karena akibat kurang profesionalnya dalam penyeleksian asesman ini.
“Jangan sampai masyarakat timbul opini bahwa asesman itu cuma sebagai formalitas saja namun orangnya sudah ada. Takutnya diduga ada permainan dalam pengadaan proyek, karena pada waktu yang lalu diduga ada fee atau pembelian proyek.
Kami berharap secara kelembagaan kepada pemerintah daerah maupun kepala daerah itu sendiri untuk melakukan asesman di dan pelelangan itu bisa secara profesional sehingga bisa menumbuhkan kepala UPT yang benar-benar mau bekerja ingin membangun daerah ini sesuai dengan yang sudah dicanangkan oleh kepala daerah yaitu sebuah perubahan dalam segi birokrasi yang ada di kabupaten Mukomuko.” ungkap Toha.(Budi)
Redaksi : Suliswan






















































