PAGUCINEWS.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bengkulu Utara menyebabkan sungai di Desa Pagar Din, Kecamatan Ulok Kupai meluap dan menerjang jembatan gantung penghubung antar desa, Jumat (6/11/2026).
Baca Juga
Jembatan Gantung Desa Ketapi, Serah Terima Renovasi Oleh Tim
Akibat derasnya arus dan banyaknya sampah kayu, ranting, dan material lain yang menyangkut di badan jembatan, konstruksi jembatan gantung tersebut ambruk sebagian dan nyaris putus. Kondisi ini membuat akses warga menjadi terganggu dan membahayakan bagi siapa saja yang melintas.
Baca Juga
Penuh Dengan Ide Kreatif, Inilah 7 Karakter Orang yang Menyukai Warna Kuning
Pantauan di lokasi, air sungai berwarna coklat keruh dengan debit cukup tinggi masih merendam sebagian badan jembatan. Tumpukan sampah menumpuk di tengah jembatan hingga membuat besi dan papan jembatan miring dan tertekan arus.
Baca Juga
Kedekatan Kapolres Bengkulu Utara Bersama Masyarakat Gelar Ngobrol Bareng IKAD
Melihat kondisi tersebut, warga Desa Pagar Din yang melintas terpantau dilokasi terlihat bergotong royong membersihkan sampah yang menyangkut di jembatan.
Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu menyingkirkan kayu dan sampah agar beban jembatan berkurang dan tidak sampai putus total. Warga yang berada di sekitar jembatan juga terlihat membantu mengamankan lokasi agar tidak ada warga yang nekat melintas saat jembatan masih dalam kondisi berbahaya.
Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun tangan untuk memperbaiki jembatan gantung tersebut. Pasalnya, jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, baik ke kebun, sekolah, maupun ke pusat kecamatan.
Hingga berita ini diterbitkan, warga bersama masih terus melakukan pembersihan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca hujan masih berpotensi terjadi.(**)
Penulis: Tim PAGUCINEWS.COM
Editor: Redaksi




















































