PAGUCINEWS.COM – Istilah Yahudi kerap diasosiasikan dengan bangsa maupun agama.
Yahudi sebagai bangsa dikenal sebagai kaum yang besar dan tersebar di hampir seluruh dunia. Sementara Yahudi sebagai agama acap kali disebut Yudaisme.
Yahudi (Jew/Jewish) merupakan orang-orang yang memeluk agama Yahudi atau disebut Yudaisme.
Mengutip Britannica, seorang Yahudi dalam pengertian yang lebih luas adalah orang yang merupakan keturunan Ibrani di Alkitab.
Pada zaman kuno, seorang Yahudi mulanya anggota Yehuda, sebuah suku yang merupakan salah satu dari 12 suku penguasa Tanah Terjanjikan. Seorang Yahudi juga bisa merupakan warga Kerajaan Yehuda.
Orang-orang Yahudi secara keseluruhan awalnya disebut Ibrani atau yang dikenal sebagai bangsa Israel era 538 SM. Setelah itu, semua penganut Yudaisme disebut sebagai Yahudi.
Yahudi juga bisa merujuk sebagai agama. Dalam rujukan agama sendiri, Yahudi biasa disebut Yudaisme. Yudaisme merupakan agama monoteistik atau agama yang percaya hanya pada satu tuhan.
Yudaisme adalah agama monoteistik tertua di dunia. Agama ini sudah ada sejak 2.000 SM.
Orang-orang Yahudi yang hendak menjalankan ibadah Yudaisme biasanya beribadah di tempat suci yang dikenal sebagai sinagog. Pemuka agama mereka disebut rabi.
Simbol Yudaisme yakni bintang David dengan enam titik. Sementara kitab suci orang Yahudi yakni Tanakh atau Alkitab Ibrani.
Yudaisme juga memiliki sejumlah aliran agama, yakni Yudaisme Ortodoks, Yudaisme Reformasi, Yudaisme Konservatif, Yudaisme Rekonstruksionis, hingga Yudaisme Humanistik, seperti dikutip History.
Merangkum dari lama Viva, Tahun 2021, jumlah penganut Yahudi atau Yudaisme di dunia mencapai 14,7 juta jiwa atau 0,2 persen penduduk dunia.
Hampir setengah dari populasi penduduk yang menganut agama Yahudi berada di negara Israel. Jumlah mereka mencapai 6,9 juta jiwa dan menjadi agama mayoritas di Israel. Urutan kedua adalah Amerika Serikat dengan jumlah penganut mencapai 5,7 juta jiwa.
Di Indonesia sendiri, penganut agama Yahudi sudah ada sejak zaman Belanda. Melansir dari berbagai sumber, jumlah penganutnya mencapai 5.000 jiwa. Namun, hanya 10 persen atau 500 jiwa yang masih menganutnya, sedangkan sisanya pindah agama Islam dan Kristen.
1. Jakarta
Menjadi pusat bisnis dan pemerintahan di Indonesia, Jakarta jadi salah satu tempat berkumpulnya penduduk dari berbagai latar belakang, termasuk komunitas Yahudi. Jumlah penganut Yahudi di Jakarta diperkirakan mencapai kurang lebih 100 orang.
Namun, mereka belum memiliki sinagoga sehingga biasanya beribadah dari rumah ke rumah para anggota komunitas. Penganut agama Yahudi sudah ada sejak zaman Belanda sekitar 20 keluarga di Batavia yang merupakan keturunan Belanda dan Jerman, tapi terus merosot.
Komunitas agama Yahudi di Jakarta juga mengalami masalah administrasi. Saat pengurusan KTP, mereka harus memilih nama agama resmi yang diakui pemerintah, sehingga mereka kebanyakan memilih menulis agama Kristen.
2. Manado
Penganut agama Yahudi sebetulnya tak tinggal di kota Manado melainkan di Kabupaten Minahasa yang berbatasan langsung dengan Kota Manado. Di sana, berdiri sebuah sinagoga bernama Sinagoga Sha’ar Hashamayim Tondano. Sinagoga ini adalah salah satu tempat ibadah agama Yahudi yang masih berdiri di Indonesia. Masyarakat Sulawesi Utara, terutama Minahasa, sangat menerima kehadiran penganut Yahudi. Mereka juga menerima berbagai keragaman adat, budaya, dan agama.
3. Surabaya
Surabaya adalah kota dengan penduduk agama Yahudi terbesar ketiga dengan jumlah penganutnya mencapai 20 jiwa pada 2021. Pada masa kolonial Belanda, ada ratusan penduduk berlatar belakang Yahudi yang hidup di Surabaya.
Mereka berstatus sebagai pegawai pemerintahan, tentara, dan saudagar. Bahkan, beberapa peneliti memperkirakan sebanyak 500 keturunan Yahudi sempat menetap di sana. Jumlah itu terus menurun seiring dengan penindasan Jepang di bawah Partai Nazi. Pada tahun 1948, komunitas Yahudi Surabaya membeli rumah dan mengubahnya menjadi sinagoga. Setelah puluhan tahun berdiri, pada 2010 sekelompok ormas Islam melakukan aksi unjuk rasa di depan sinagoga tersebut sebagai protes atas serangan Israel terhadap Palestina.
(Redaksi – Suliswan)






















































