Home / Bengkulu Utara

Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:48 WIB

Proyek Yang Mengabaikan K3, Dapat disanksi Administratif, denda, Atau Hukuman Pidana

Oplus_0

Oplus_0

PAGUCINEWS.COM –  Proyek Pembangunan Strategis Nasional revitalisasi Sekolah menengah Kejuruan Rehabilitasi Gedung kelas di SMK Negeri 5 kecamatan ketahun Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu.

Kegiatan yang bersumber dari APBN tahun 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp.1.693.696.000, diduga telah mengabaikan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Selasa(21/10/25).

Baca Juga /Tim Wasev Tinjau Pembangunan Fisik dan Nonfisik TMMD ke-126 Kodim 0423/BU

Diketahui, bahwa pekerjaan proyek tersebut berdasarka papan informasi yang terpasang di lokasi pelasksanaanya 90 hari kalender tanggal tidak di tentukan hanya bulan September sampai desember 2025 tanggal berakhir pekerjaan juga tidak di tentukan.

Baca Juga /Lima Orang Pelaku Curat PT Bio Ditangkap polisi

Namun sejumlah pekerja yang sedang bekerja terlihat tanpa mengenakan Alat Pelindung Diri APD, sebagaimana diwajibkan dalam pekerjaan konstruksi.

Proyek Pembangunan Strategis Nasional revitalisasi Sekolah menengah Kejuruan Rehabilitasi Gedung kelas di SMK 5 Bengkulu Utara  Provinsi Bengkulu yang bersumber dari APBN tahun 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp. 1.693.696.000, diduga telah mengabaikan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Baca Juga /Polri Minta Seluruh Jajaran Lindungi Wartawan Saat Bertugas

Berdasarkan hasil pantauan dilokasi proyek tersebut, bersama dengan rekan awak media para pekerja tidak dilengkapi (safety), hal tersebut bukan hanya melanggar aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tetapi juga memperlihatkan potensi kelalaian fatal yang dapat mengancam nyawa para pekerja

Proyek yang akan menghabiskan anggaran miliaran rupiah tersebut, dengan melihat kondisi di lapangan menimbulkan pertanyaan serius terkait pengawasan dan tanggung jawab pelaksana selaku swakelola terhadap keselamatan kerja.

Kelalaian K3 menempatkan pekerja pada risiko tinggi cedera, bahkan kematian, akibat terjatuh, tertimpa material, atau bahaya lainnya di lokasi konstruksi.

Baca Juga  Dandim 0423 Pimpin Gelar Apel Pasukan Disiplin Protokol Kesehatan

Proyek yang mengabaikan K3 melanggar peraturan yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengenai Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

Sementara panita pembangunan satuan pendidikan (P2SP)SMKN 5 Bengkulu Utara provinsi Bengkulu, awak media ingin mengkonfirmasi, tidak satupun guru yang ada di sekolah tersebut mengentahui keberadaan kepala sekolah.(**)

Redaksi – Suliswan

Spread the love

Share :

Baca Juga

Bengkulu Utara

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pemkab Bengkulu Utara Bangun Sekolah di Setiap Kecamatan

Bengkulu Utara

Tim BPK Provinsi Bengkulu Disambut Bupati Mian

Bengkulu Utara

Apel Di Halaman Dinas Kesehatan Bupati Mian Menyerhankan Alat PCR

Bengkulu Utara

Open Tournament Futsal Bhayangkara Cup Tahun 2022 BU, di Buka Kapolres

Bengkulu Utara

Bupati Mian Hadiri Rapat TPID se-Provinsi Bengkulu Tahun 2021

Bengkulu Utara

Bupati Mian; Mengaduk Semen dan Meletakan Batu Pertama Pembangunan Rehabilitasi P3-TGAI

Bengkulu Utara

Pemerintah Desa Sido Urip Gelar Peringatan Bulan Suro dan Selamatan Desa

Bengkulu Utara

PGRI Provisi Bengkulu Sosialisasikan Perlindungan Hukum Terhadap Guru di Enggano