PAGUCINEWS.COM – Trading Saham jadi istilah yang familiar belakangan ini. Tak hanya jadi kata yang semakin populer, makin banyak pula orang yang mengajak teman hingga kerabatnya untuk ikut melakukan trading saham.
Meski begitu, tak banyak orang yang sudah memahami apa sebenarnya pengertian trading saham hingga seperti apa risiko yang bisa muncul dari aktivitas ini.
Adapun, saham merupakan instrumen pasar keuangan, atau tanda penyertaan modal seseorang atau badan usaha pada suatu perusahaan, Sementara trading merupakan proses transaksi dalam jangka pendek di pasar finansial.
Dengan begitu, Trading saham merupakan salah satu kegiatan jual beli saham dalam jangka pendek dengan tujuan mendapatkan keuntungan maksimal. Tak hanya investor yang sudah berpengalaman, Anda yang merupakan seorang pemula pun bisa melakukan trading saham.
Namun, sebelum memulai trading saham, yang penting dipelajari saat melakukan trading saham adalah analisis teknikal. Bagi pemula yang ingin melakukan trading saham ini, ada juga berbagai aplikasi yang bisa dimanfaatkan.
Banyak orang masuk ke dalam lingkaran trading maupun investasi saham online karena ingin mendapat berbagai hasil yang maksimal. Tidak jarang, motivasi yang tinggi tidak diimbangi dengan berbagai strategi yang tepat sehingga uang cepat habis dan akhirnya menjadi rugi.
Sejatinya, kesalahan dalam trading online merupakan suatu hal yang lumrah. Kendati demikian, akan lebih bijak jika Smart People tahu kesalahan umum apa saja yang sering dibuat supaya tidak mudah mengulanginya lagi. Berikut beberapa kesalahan umum yang seringkali terjadi dan perlu dihindari.
Kesalahan Fatal Saat Trading Saham
1. Tidak Memiliki Trading System
Tidak memiliki trading system adalah kesalahan fatal yang pertama. Apabila anda tidak memiliki trading system, berarti anda akan cenderung trading berdasarkan pendekatan yang boleh dikatakan berantakan plus acak-acakan. Bagaimana bisa anda mengharapkan kesuksesan dari metode yang acak-acakan?
Sebaliknya, memiliki trading system berarti anda memiliki pedoman dan tujuan serta cara pencapaian tujuan yang jelas dalam ber-trading. Memiliki trading system meningkatkan kemungkinan untuk sukses, karena anda mempunyai pedoman untuk masuk, keluar market ataupun standing aside. Dengan kata lain, Anda berada dalam jalur yang pasti untuk mencapai tujuan Anda.
2. Tidak Disiplin
Kalaupun anda menyatakan memiliki trading system, tapi kalau anda sendiri tidak disiplin dalam mengikuti sistem yang anda tetapkan tersebut, berarti anda melakukan kesalahan fatal yang kedua. Banyak teman trader yang menyatakan memiliki trading system, tapi dalam prakteknya, mereka tetap saja sering trading dengan impulsive tanpa menghiraukan sistem yang sudah ditentukannya sendiri. Lah, jadinya trading system tersebut fungsinya hanya buat semacam pajangan aja deh.
3. Tidak Belajar
Mengaku trader tapi tidak pernah mencoba untuk selalu meng-update kemampuan teknis, tidak pernah mengikuti perkembangan berita sehubungan dengan forex, tidak pernah membaca buku tentang forex, tidak mengikuti seminar forex, dan tidak bergabung dalam komunitas trader forex.
Yah, ada banyak cara sih untuk selalu “belajar”. Anda tidak harus selalu mengikuti seminar forex yang ada. Tidak harus juga aktif dalam forum forex. Tapi setidaknya anda selalu berusaha meningkatkan kemampuan anda dalam bertrading lah.
Mungkin cukup dengan diskusi informal dengan sesama temen trader, atau hanya sekedar memantau berita, atau sekedar membaca-baca buku atau e-book yang berkaitan dengan forex, begitu pula mengambil inspirasi dari kegagalan yang pernah dialami trader sukses. Setidaknya, jangan menjadi “trader dalam tempurung” lah. Hehehe!
Omong-omong, saya seringkali memantau harga meskipun saya tidak sedang trading. Sampai-sampai saya sering dibilang aneh, karena suka memantau harga meskipun sedang cuti trading.
Terus terang bagi saya, tetap memantau market membuat saya masih ikut merasakan gairah market, meskipun saya tidak melakukan open position. Dan itu bisa dibilang keasyikan tersendiri buat saya.
4. Tidak Mempedulikan Money Management
Money management bertujuan agar anda bisa mengendalikan resiko dan kerugian sehingga tidak mengalami kesalahan fatal yang mengakibatkan account anda menjadi “layu sebelum berkembang”. Hehe! Jadi kalau anda tidak memperdulikan money management, itu berarti anda merelakan deposit anda untuk amblas tanpa tujuan yang jelas.
5. Tidak Mempedulikan Aspek Psikologi Dalam Ber-trading
Seorang trader yang mampu mengendalikan emosi dalam ber-trading, akan bisa memahami bahwa tidak semua posisi harus menghasilkan profit untuk mendapatkan pertumbuhan modal yang positif. Loss sesekali tidak menjadikan mereka menjadi “gemes” dan kemudian melakukan balas dendam. Toh, kemungkinan loss tersebut sudah diperhitungkan dalam trading plan.
Jadi, silahkan trading dengan niatan balas dendam karena loss yang baru saja anda alami, dijamin dendam tersebut akan membuat account anda makin berdarah-darah.
6. Terlalu Berani Menanggung Resiko Berlebihan
Apakah anda mau menanggung resiko loss 100 pips untuk hanya mengambil profit 10 pips? Atau malahan, anda sering bertrading tanpa stop loss? Waduuh… jangan deh! Ingatlah bahwa kita di sini bertindak sebagai investor. Kita trader, bukan gambler. Jadi, jangan mengambil resiko yang tidak sepadan dengan reward yang bakal kita peroleh.
7. Menggunakan Terlalu Banyak Indikator dan Analisis
Salah satu kebiasaan yang umum pemula lakukan dalam TA adalah dengan memakai banyak indikator bahkan indikator yang sebenarnya tidak mereka mengerti, memang terlihat keren tapi ini keliru. Banyak indikator yang memiliki konsep sama sehingga berjalan searah misal indikator seperti RSI, Stochastic dan MACD jadi kamu tidak perlu gunakan 3 indikator tersebut secara bersamaan dan ada juga indikator yang bergerak berlawanan sehingga tidak mengkonfirmasi satu sama lain. Dengan banyaknya indikator yang kamu tampilkan membuat analisamu menjadi terlalu rumit dan memiliki terlalu banyak parameter sehingga bisa menimbulkan kebingungan.
Selain menghindari menggunakan terlalu banyak indikator kamu juga harus konsisten menggunakan 1 metode analisis yang kamu rasa cocok dan secara historis profitable buatmu ditambah beberapa metode analisis lain sebagai subtitusi jika kondisi market tidak cocok dengan strategi utama yang kamu pakai. Menggunakan terlalu banyak metode analisis bisa membuat performa trading-mu menjadi tidak konsisten. Ingat jika kamu ingin hasil yang konsisten, action-mu juga harus konsisten.
8. Timing Menggunakan Indikator dan Metode Analisis
Kamu harus tau kapan waktu yang tepat untuk menggunakan sebuah indikator atau metode analisis tertentu, karena indikator atau metode analisis tidak bisa bekerja pada semua waktu atau kondisi. Misal yang paling sering terjadi banyak pemula yang menggunakan indikator RSI, Stohastic dan MACD ketika market sedang trending (bullish/bearish) kemudian menggunakan metode overbought atau oversold, ini salah! Indikator seperti RSI dan Stochastic lebih cocok digunakan ketika market sedang sideways, ketika market trending (bullish/bearish) tidak akan terjadi yang namanya overbought atau oversold, market akan terus bergerak impulsif, sedangkan indikator RSI, MACD, STO hanya akan bergerak mendatar pada zona overbought atau oversold-nya.
(Suliswan/Redaksi)























































