PAGUCINEWS.COM – Pemerintah Kecamatan Muara Sahung dan Kecamatan Luas, Kabupaten Kaur, Bengkulu, mengambil langkah nyata dengan menggelar gotong royong tebas bayang di ruas jalan lintas tembus Muara Sahung yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Baca Juga /Sebagai Seorang Tokoh Publik,Tidak Semua Mengumbar Urusan Soal Ranjang
Aksi tersebut dilakukan karena kondisi jalan dinilai semakin memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kegiatan melibatkan dua pemerintah kecamatan, Forum Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (ABDESI), perangkat desa, serta ratusan warga dari sejumlah desa yang secara sukarela bergotong royong membersihkan semak belukar yang menutupi badan jalan.
Baca Juga /Upacara Memperingati HUT ke 67 Kabupaten Bengkulu Utara Berjalan Khidmad
Sedikitnya tujuh desa di Kecamatan Muara Sahung ikut ambil bagian, yakni Desa Sumber Makmur, Tri Tunggal Bakti, Bukit Makmur, Cinta Makmur, Muara Sahung, Ulak Bandung, dan Ulak Lebar. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan oleh masyarakat Kecamatan Luas.
Sekretaris Desa Sumber Makmur yang juga mewakili Forum ABDESI Kecamatan Muara Sahung, Syahrul, mengatakan aksi gotong royong dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi jalan provinsi yang sudah lama tidak mendapat penanganan.
Menurutnya, selain dipenuhi semak belukar hingga menyerupai hutan, ruas jalan tersebut juga mengalami banyak kerusakan dan lubang yang kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
“Kami berharap Bapak Gubernur Bengkulu melalui Dinas PUPR segera memperbaiki jalan ini. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan, semak sudah menutupi badan jalan dan kerusakannya telah banyak memakan korban. Karena itu masyarakat berinisiatif melakukan tebas bayang agar pengguna jalan lebih aman,” ujar Syahrul.
Di wilayah Kecamatan Muara Sahung, gotong royong difokuskan pada ruas dari Simpang Desa Tri Tunggal Bakti (SP1) hingga Simpang Desa Bukit Makmur (SP3). Kegiatan dipimpin langsung oleh Camat Muara Sahung Ahmad Gusran, S.Sos.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Luas, kegiatan dipimpin Camat Rina Aryani, S.Sos., bersama jajaran staf kecamatan, Forum ABDESI, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
Masyarakat berharap aksi swadaya ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Mereka meminta perbaikan permanen segera dilakukan agar jalan penghubung antarkecamatan tersebut kembali layak dilalui, aman bagi pengguna jalan, serta mampu menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.(ASRIN)
Redaksi -Suliswan





















































