PAGUCINEWS.COM – Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar rapat bersama belasan pimpinan perusahaan perkebunan sawit di Kabupaten Mukomuko, Jumat (29/5), di ruang rapat Kantor Bupati Mukomuko.
Rapat tersebut membahas penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi dalam sepekan terakhir.
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu Mian bersama Bupati Mukomuko Choirul Huda dan dihadiri Anggota DPR RI Eko Kurnia Ningsih.
Dalam pertemuan itu, Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyampaikan bahwa dirinya mendapat tugas dari Gubernur Bengkulu untuk mencari kejelasan terkait penyebab turunnya harga TBS sawit.
Pemerintah Provinsi Bengkulu telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkebunan dan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri guna memperoleh informasi yang akurat.
Penurunan harga TBS sawit disebut dipicu oleh kebijakan ekspor satu pintu sumber daya alam melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kondisi tersebut memunculkan ketidakpastian di kalangan pelaku usaha sehingga berdampak pada harga pembelian TBS di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS).
Mian meminta seluruh perusahaan sawit di Mukomuko kembali mengikuti ketetapan harga TBS yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Bengkulu sebesar Rp3.465 per kilogram.
“Ia akhir rapat, belasan pimpinan perusahaan sawit sepakat menandatangani komitmen mengikuti harga tersebut yang disaksikan pemerintah daerah dan pihak kepolisian.
#Mukomuko
Redaksi -Suliswan






















































