Home / Advertorial / Kota Bengkulu

Senin, 29 Maret 2021 - 19:57 WIB

Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Gubernur Sampaikan LKPJ Tahun 2020

Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu Gubernur Rohidin Mersyah Sampaikan LKPJ tahun 2020

Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu Gubernur Rohidin Mersyah Sampaikan LKPJ tahun 2020

Pagucinews.com Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu Gubernur Rohidin Mesrsyah Sampaikan  Laporan Keterangan Pertanggungjawaban  (LKPJ) Gubernur Bengkulu Tahun 2020.

Penyampaian LKPJ Gubernur Bengkulu pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu ke – 8 Masa Persidangan ke I Tahun Sidang 2021 ini merupakan kewajiban Kepala Daerah yang diamanatkan Undang-Undang untuk memberikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah.bertempat di ruang rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu.Senin (29/03/2021)

Adapun capaian kinerja tersebut,  pada sisi pengendalian inflasi,  dalam lima tahun terakhir inflasi Provinsi Bengkulu berhasil ditekan secara drastis dari 5, 00 persen ditahun 2016 menjadi 0, 89 persen pada tahun 2020. capaian kinerja  dari aksi yang telah diupayakan kepala daerah beserta jajarannya.

“Iya penurunan ini berkat kestabilan harga barang dan jasa yang terjaga sepanjang tahun,”kata Gubernur Rohidin.

Selanjutnya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perkapita Provinsi Bengkulu tahun 2020 meningkat, dimana sebutnya, naik menjadi Rp36, 31 juta dibandingkan tahun 2019 yang hanya sebesar Rp36, 2 juta.

“PDRB menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada tahun 2020 juga mengalami kenaikan dibanding tahun 2019. Dimana pada tahun 2020 nilai PDRB tersebut mencapai Rp73, 34 triliun sedangkan tahun 2019 hanya sebesar Rp72,11 triliun,” paparnya.

Disisi pertumbuhan ekonomi,  memang mengalami penurunan pada tahun 2020 menyentuh minus 0, 02 persen jika dibandingkan pada tahun 2019.hal itu sebagai akibat tertekannya perekonomian global dan nasional sebagai dampak pendemi Covid-19.

“Namun, jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sumatera, Provinsi Bengkulu merupakan provinsi dengan penurunan pertumbuhan ekonomi terkecil, sedangkan masalah kemiskinan di Provinsi Bengkulu, telah menunjukan hasil yang signifikan pada beberapa tahun terakhir.”kata Gubernur.

“Iya Ini dibuktikan dengan penurunan tingkat kemiskinan pada tahun 2018 sebesar 1, 02 poin dan merupakan provinsi paling progresif menurunkan tingkat kemiskinan di Pulau Sumatra kita ditahun 2019 tingkat kemiskinan di Provinsi Bengkulu berhasil diturunkan pada angka terendah sepanjang sejarah sejak berdirinya Provinsi Bengkulu.

Baca Juga  Gugus Tugas Covid-19 Dan Polda Bengkulu, Rapid Tes Pedagang Pasar Panorama

“Alhamdulillah secara proporsional dapat kita atasi sehingga pelaksanaan program dan kegiatan prioritas di masing-masing OPD tetap tercapai dan berjalan sesuai rencana,” kata Gubernur Rohidin.

Selain itu, Gubernur Bengkulu mendapatkan piagam penghargaan sebagai pembina olahraga berprestasi dari Menpora RI.Pada tahun 2020 Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali meraih predikat opini WTP dari BPK RI untuk Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Bengkulu tahun 2019. Predikat tersebut menandakan Pemprov Bengkulu telah meraih predikat WTP tiga tahun berturut-turut,”ujarnya.

“Iya  selanjutnya LKPJ tersebut akan dibahas oleh DPRD Provinsi Bengkulu untuk memberikan rekomendasi sebagai bahan Kepala Darah untuk  perbaikan penyelenggaraan pemerintahan daerah kedepannya.(Adv)

Redaksi ; Pagucinews

Spread the love

Share :

Baca Juga

Kota Bengkulu

Gubernur Bengkulu Mendapat Penghargaan SPM dari Kementerian Dalam Negeri

Kota Bengkulu

Meningkatkan Imun Polda Bengkulu Lakukan  Olahraga Senam Bersama

Kota Bengkulu

Capres nomor urut I Anies Baswedan Mengawali Kampanye di Bengkulu

Kota Bengkulu

Pemprov Bengkulu Salurkan Donasi Dana Untuk Palestina

Kota Bengkulu

Polda Bengkulu Membuka Pendaftaran Calon Anggota Polri Angkatan 2021

Kota Bengkulu

PGRI Provinsi Bengkulu Menggelar Proses Belajar Bahasa Jerman

Kota Bengkulu

PGRI Provinsi Bengkulu Menggelar Konferensi Kerja III Tahun 2023

Advertorial

Ini Dana Desa Sudah Salur 127 Desa Dari 215 Desa Dengan Persentase 59%