PAGUCINEWS.COM – Puluhan Guru Bantu Daerah (GBD) dan tenaga kesehatan yang bertugas di pulau terluar atau daerah yang sulit di jangkau, merasa kecewa, karena Januari sampai Juli ini, belum menerima tunjangan Daerah.
Akibatnya, banyak dari mereka harus hanya mengandalkan gaji pokok yang belum mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami sudah 6 bulan belum terima bayaran,”tunjangan daerah kata sala satu guru GBD yang namanya tidak mau di sebutkan.
Dia mengatakan, puluhan guru dan tenaga kesehatan di daerah sulit di jangkau saat ini menderita akibat tidak memiliki dana untuk membeli kebutuhan sehari-hari, sedangkan uang tunjangan daerah yang dijanjikan belum direalisasikan oleh instansi terkait yang alasannya belum jelas.
Guru GBD dan tenaga kesehatan menjalankan tugasnya di daerah terpencil, jauh dari pusat kota. Jika tidak mengantongi uang, tentu sangat berbahaya karena untuk membeli kebutuhan rumah tangga mereka hanya mengandalkan uang gaji setiap bulannya.
“Kami sangat membutuhkan tunjangan daerah itu karena gaji tidak mencukupi, berharap segera dicairkan oleh Dinas terkait” sebutnya.
Sementara Kepala BKAD Masrup, di konfirmasi media ini menjelaskan, untuk melakukan pembayaran tunjangan GBD dan tenaga kesehatan di pulau terluar atau yang sulit di jangkau itu kembali ke Dinas yang bersangkutan.
Khusus tenaga kontrak Guru Bantu Daerah (GBD) di pulau Enggano dan lebong tandai, yang melakukan pembayaran itu SKPD bersangkutan Dinas Pendidikan.
Begitu juga tenaga kesehatan, itu yang melakukan pembayaran tunjangan Daerah khusus tenaga kesehatan kembali ke Dinas Kesehatan”, ujarnya
Dinas terkait yang menangani pembayaran tunjangan daerah, berita di tayang belum ada satupun untuk memberikan keterangan(**)
Redaksi – Suliswan






















































