Home / Headline / Nasional

Rabu, 21 Juni 2023 - 12:58 WIB

Inilah 5 Pendekar Sakti yang Pernah Ada di Nusantara, Salah Satunya Prabu Siliwangi

PAGUCINEWS.COM Nusantara menyimpan banyak misteri, salah satunya kisah tokoh pendekar paling sakti yang menghilang tanpa jejak dan tidak diketahui bagaimana kematiannya. Siapa saja mereka?

Mereka bukanlah orang biasa, melainkan orang-orang paling berpengaruh di Nusantara.

Meskipun tenar pada masanya masing-masing, namun mereka justru memilih menghilang tanpa jejak.

Konsep menghilang tanpa jejak ini disebut sebagai “moksa” dalam ajaran Buddha dan Hindu.

Siapa saja tokoh pendekar paling sakti yang memilih moksa memutuskan dirinya dari ikatan duniawi? Berikut nama-namanya!

1. Gajah Mada

Gajah Mada merupakan panglima perang dan tokoh yang sangat berpengaruh pada zaman kerajaan Majapahit.

Menurut berbagai sumber mitologi, kitab, dan prasasti di zaman jawa kuno, Gajah Mada memulai perjalanan hidupnya mulai tahun 1313 dan semakin menanjak setelah peristiwa pemberontakan Ra Kuti, pada masa Pemerintahan Raja Sri Jayanegara.

Pada Masa Pemerintahan Raja Sri Jayanegara, Gajah Mada diangkat sebagai Patih Kerajaan Majapahit,

Setelah Pemerintahan Raja Sri Jayanegara, Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih oleh Ratu Tribhuana Wijayatunggadewi dan Kemudian sebagai Amangkubhumi atau Perdana Menteri yang mengantarkan kerajaan Majapahit ke puncak kejayaannya.

Gajah Mada terkenal dengan sumpahnya, yaitu Sumpah Palapah yang tercatat di dalam Pararaton, dia menyatakan “Tidak akan memakan Palapah sebelum menyatukan Nusantara”.

Salah satu ilmu kesaktian yan g dimiliki Gajah Mada adalah ilmu Saipi Angin dan Aji Mundri.

Ilmu Saipi Angin dimiliki oleh Gajah Mada untuk bertapa, dia biasanya bertapa dibawah atau dibalik air terjun atau dibagian atas yang ada ceruknya, tidak menentu tergantung suasana hatinya.

Gajah Mada biasa melakukan pertapaan di bawah dan di atas dengan menggunakan Ilmu Saipi Angin, sedangkan Ajian Aji Mundri, digunakan Gajah Mada untuk menghilang yang menyebabkan dirinya seringkali tidak kelihatan.

Baca Juga  Skuad Garuda Bisa Mengalahkan Timnas Laos Pada duel Grup B di Piala AFF 2024

Gajah Mada juga bisa mendatangkan Kabut Tebal, sehingga orang lain tidak bisa melihat dirinya.

Biasanya Gajah Mada menggunakan ilmu tersebut untuk bertapa, agar lebih tenang dan tidak terganggu.

2. Prabu Siliwangi

Prabu Siliwangi adalah Putra Prabu Dewa Niskala Putra Mahaprabu Niskala Wastu Kencana, lahir pada tahun 1401 masehi di Kawali Ciamis.

Prabu Siliwangi mengawali pemerintahan Zaman Pakuan Pajajaran Pasundan, yang memerintah Kerajaan Sunda Galuh selama 39 tahun.yaiu pada tahun 1482 sampai dengan 1521.

Pada masa inilah, Pakuan Pajajaran di Bogor mencapai Puncak perkembangannya.

Dikisahkan Prabu Siliwangi saat sedang bertapa, ketika sedang beristirahat didekat sebuah air terjun bernama Curug Sawer, Prabu Siliwangi didatangi sosok Harimau Putih jadi-jadian yang menyebabkan terjadinya pertarungan antara Prabu Siliwangi dan Harimau Putih jadi-jadian itu.

Keduanya melakukan pertarungan habis-habisan, hingga akhirnya, karena kesaktiannya Prabu Siliwangi bias menaklukkan Harimau Putih jadi-jadian tersebut.

Sebagai imbalan atas kemenangan Prabu Siliwangi dalam pertarungan tersebut, Siluman Harimau Putih memberikan pusaka berupa sebuah kulit harimau sakti.

Konon dengan pusaka tersebut, Prabu Siliwangi bisa terbang layaknya burung, dapat menghilang, serta dapat berjalan sekencang angin.

Selain itu, pusaka tersebut memberikan kuasa pada Prabu Siliwangi untuk memerintahkan Bala tentara Gaib.

3. Prabu Brawijaya V

Prabu Brawijaya V merupakan Raja terakhir kerajaan Majapahit yang memerintah sampai tahun 1478.

Prabu Brawijaya V, merupakan tokoh yang terkenal dan sangat legendaris.

Prabu Brawijaya V disebut-sebut atau dianggap sama dengan Bhre Kertabumi yaitu nama yang ditemukan dalam penutupan naskah Pararaton.

Meskipun demikian, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Prabu Brawijaya V, cenderung identik dengan Dyah Ranawijaya, yang merupakan tokoh yang mengaku sebagai penguasa Majapahit, Jenggala, dan Kediri pada tahun 1486,setelah berhasil menaklukkan Tri Kertabumi.

Baca Juga  Juru Bicara Google Uang 3,7 Miliar Itu Kesalahan Pembayaran Karena 'Human error'

Setelah Majapahit kalah berperang dengan kerajaan Kediri, dan sebelum istana kerajaan dihancurkan pasukan lawan, Prabu Brawijaya V akhirnya melarikan diri dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan jalan bertapa Moksa.

4. Prabu Jayabaya

Prabu Jayabaya adalah Raja Kediri yang memerintah sekitar tahun 1135 – 1157. Pemerintahan Raja Jayabaya dianggap sebagai masa Kejayaan Kerajaan Kediri.

Prabu Jayabaya terkenal sakti mandraguna, salah satu hal yang menjadi kelebihannya adalah bias Meramal.

Ramalan Jayabaya adalah ramalan tentang keadaan Nusantara disuatu masa yakni ramalan yang akan teradi dimasa depan.

Dalam Ramalan Jayabaya dikatakan akan datang satu masa penuh dengan bencana, gunung-gunung akan meletus, bumi berguncang-guncang, laut dan sungai akan meluap.

ini akan menjadi masa yang penuh dengan penderitaan, masa kesewanang-wenangan, dan ketidakpedulian.

Masa orang-orang licik berkuasa, dan orang orang baik akan tertindas, tapi setelah masa yang paling berat itu, akan datang zaman baru, yaitu zaman penuh dengan kemegahan dan kemuliaan, zaman keemasan Nusantara.

Dalam Ramalan Jayabaya, zaman baru itu akan datang setelah datangnya sang Ratu Adil atau Satria Piningit.

5. Semar atau Sabdo Palon

Ki Lurah Semar Badranaya atau Semar dengan julukan Sabdo Palon Nayagenggong merupakan salah satu tokoh punakawan dalam tokoh perwayangan di pulau Jawa dan Sunda.

Ki Semar atau Sabdo Palon diyakini juga raganya menghilang secara moksa setelah dirinya merasa kecewa berat karena Prabu Brawijaya V memutuskan untuk menjadi seorang mualaf.

Kedekatan Semar dengan Prabu Brawijaya V dikisahkan dalam Kitab Jayabaya, konon Ki Semar sering dijadikan penasehat raja-raja yang berkuasa di tanah Jawa.

Semar atau Sabdo Palon juga dikisahkan sebagai pengasuh para kesatria Mahabarata dan Rhamayana.

(Redaksi – Sulisawan)

Spread the love

Share :

Baca Juga

Nasional

Mahasiswa IPB  Yang Hilang Terseret Air Hujan Ditemukan 80 Km Dari TKP

Nasional

Kapolri Bahas Pemantapan Polri Presisi  Atau Prediktif Bareng Kompolnas

Kesehatan

Kolesterol Ini Menyebabkan Reaksi Penuaan Dalam Tubuh
Poto Tribun-Timur.com

Nasional

Bandung BJB Tandamata Menjaga Peluang Lolos ke Final Four Proliga 2024

Headline

DPR RI Bersama Pemerintah Pusat, Mengodok UU Perlindungan Data Pribadi

Headline

Copot Jabatan Jon Harimol Oleh Petahana Gusril, Mendagri Turun Tangan

Headline

Kapolda Bengkulu Silaturahmi Antar Intansi Pemerintah Provinsi Bengkulu

Nasional

Putra Dan Putri Pelajar Dari Kaur Dan Kepahiang, Terpilih  Paskibraka Nasional