PAGUCINEWS.COM – Air tertua di dunia ditemukan para arkeolog di situs tambang Kanada. Ditemukannya air ini pada saat para arkeolog tengah mempelajari situs tambang di daerah itu.
Melalui serangkaian pengujian yang dilakukan oleh tim peneliti, air tersebut diperkirakan berusia antara 1,5 miliar hingga 2,64 miliar tahun, seperti yang ditulis pada laman IFL Science. Air ini ditemukan pada 2016 lalu.
Air tersebut mengalir di tambang emas di Kanada di kedalaman sekitar 3 kilometer. Setelah diuji, Lollar menemukan air itu diperkirakan berusia 1,5 hingga 2,64 milliar tahun.
Uniknya, air ini memiliki rasa yang sangat asin dan pahit, lebih asin dari air laut.
Lollar mencelupkan jarinya ke dalam air itu kemudian menjilatnya. Hal ini lumrah di kalangan ahli geologi untuk mencicipi barang temuan mereka.
“Sangat asin dan pahit dan jauh lebih asin daripada air laut,” ujar Lolla, dikutip dari IFL Science.
Menurutnya, rasa pada air itu dipengaruhi oleh usianya yang mungkin lebih dari 2 miliar tahun.
Selama miliaran tahun lamanya, air ini tetap mengalir dengan kecepatan dan volume yang tak terduga.
“Ketika orang berpikir tentang air ini, mereka menganggap itu pasti sejumlah kecil air yang terperangkap di dalam batu. Tapi sebenarnya itu sangat menggelegak pada Anda. Benda-benda ini mengalir dengan kecepatan liter per menit – volume airnya jauh lebih besar daripada yang diantisipasi siapa pun,” jelas Lollar.
Air ini mengandung sulfat di dalamnya. Dari senyawa kimia inilah, ahli melihat ada sidik jari yang menunjukkan jika pernah ada kehidupan di air ini.
“Dengan melihat sulfat di dalam air, kami dapat melihat sidik jari yang menunjukkan adanya kehidupan,” ujar Lollar.
(Redaksi – Suliswan)






















































