Home / Lubuk LInggau

Minggu, 11 Juli 2021 - 16:13 WIB

Warga Tanjung Sanai II Masih Tunggu Butab Dan KKS

Rejang Lebong – Kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) PKH & BPNT yang terjadi di Desa Tanjung Sanai II Kabupaten Rejang Lebong, hingga kini masih bergulir. Warga yang menjadi korban pun, menanti kepastian kapan bisa kembali menerima bantuan. Sebab, sampai saat ini buku tabungan (Butab) dan KKS masih belum diterima oleh para korban.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Rejang Lebong, Zulfan Effendi saat dihubungi wartawan menjelaskan bahwa buku tabungan tengah diusulkan untuk pencetakan ulang ke BRI.

“Buku tabungan dan KKS/ATM sudah kita usulkan ke BRI untuk pencetakan ulang, proses selanjutnya adalah tugas BRI untuk menindak lanjutinya ke BRI pusat,” ujar Zulfan saat dihubungi via Whatsappnya, Kamis (8/7).

Diketahui, KKS (kartu keluarga sejahtera) adalah instrumen pembayaran yang memiliki fitur uang elektronik atau tabungan yang dapat digunakan sebagai media penyaluran berbagai bantuan sosial yang menjadi syarat wajib bagi penerima bansos reguler dan khusus pandemi covid-19.

Perlunya KKS disebutkan dalam Permensos nomor 20 tahun 2019 tentang penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT). Ditanya terkait status pendamping, menurut Zulfan bahwa pendamping telah resmi diberhentikan oleh pihak kementerian.”Sudah resmi berhenti,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Rejang Lebong, Firdaus menjelaskan, buku tabungan dan KKS sudah proses pengembalian lewat kadus setempat.

“Info terakhir saya terima sedang dalam proses pengembalian oleh kadus desa Tanjung Sanai II dan pendamping yang lama sudah resign. Sekarang sudah dengan pendamping baru,” tutupnya, Jumat (9/7).

Perlu diketahui, kasus ini mencuat usai warga Desa Tanjung Sanai II beramai-ramai mendatangi kantor Bank BRI di pasar Padang Ulak Tanding, guna mengecek nomor rekening mereka yang selama ini terdaftar penerima manfaat PKH & BPNT. Cukup mengagetkan, sebab dari data transaksi no rekening warga yang tercatat sebagai KPM, namun tidak pernah menerima buku tabungan/ATM, serta tak sekalipun menerima bantuan tersebut. Ternyata, nomor rekening mereka selalu berisi saldo dan sering dilakukan penarikan. Selain mengaku tak menerima manfaat PKH dan BPNT, mereka juga mengaku ternyata tidak pernah sekalipun menerima buku rekening atau ATM yang semestinya dipegang oleh penerima manfaat PKH. (Yaser )

Baca Juga  DPRD Musi Rawas  Apresiasi  Pemerintah Percepatan Pembangunan dan PPKM Level 4 ke Level 1

Redaksi : Pagucinews

Spread the love

Share :

Baca Juga

Lubuk LInggau

Cek Kesiapan Atlet Porprov, Bupati Mura Tinjau Latihan Berbagai Cabor

Lubuk LInggau

Hadirnya Tim Membantu Kerja Bupati, Membahas Program Yang Dicanangkan

Lubuk LInggau

“Pelaris” Tim Takraw Linggau Sumbang Medali Pertama

Lubuk LInggau

Hasil Akhir Mura, Linggau dan Muratara di Porprov XIII

Lubuk LInggau

Wali Kota Lubuklinggau Lepas Kontingen Porprov Kota Lubuklinggau

Lubuk LInggau

Polres Lubuklinggau Gandeng PWI, Bagikan Sembako Ke Rumah  Warga Terdampak PPKM

Lubuk LInggau

Pilkades Noman Baru Diduga Bermasalah

Lubuk LInggau

Mengenal Lebih Dekat  Riril, Cakades Muda Di Desa Terusan Menang