PAGUCINEWS.COM – Penderitaan Masyarakat Enggano Semakin hari semakin susa hingga sulit untuk tindak Lanjut Berobat ke pemerintah provinsi Bengkulu.
Mengeluhkan soal tidak adanya alat transportasi laut karena pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai yang berimbas pada terganggunya ekonomi akibat tidak ada aktivitas perkapalan di Pelabuhan.
Ishak selaku warga desa Malakoni mengeluhkan soal pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai yang berimbas pada terganggunya ekonomi akibat tidak ada aktivitas tranportasi perkapalan.
Tidak hanya itu warga yang sakit mengeluhkan sulitnya mendapatkan pelayanan berobat untuk tindak lanjut berobat ke Bengkulu padahal pasien sangat membutuhkan pengobatan pertolongan kesembuhan untuk di rujuk ke pemerintah provinsi Bengkulu.
“Ia minimnya respons Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menyuarakan nasib 4.000 lebih masyarakat adat Enggano yang kini sudah lebih 3 bulan tak mendapatkan layanan transportasi kapal.
Masyarakat adat pulau Enggano mohon kepada Bapak Gubernur Bengkulu dan Bupati Bengkulu Utara serta stakeholder yang ada di Bengkulu untuk memberi kebijakan dan kemudahan buat warga yang sakit,”sampai Ishak.
“Ia pelayanan berobat untuk tindak lanjut berobat ke Bengkulu supaya ada solusinya, pasien sangat membutuhkan pengobatan pertolongan kesembuhan,”kata Ishak(**)
Redaksi – Suliswan























































