Senin 17 Februari 2020
JEJAKFAKTUAL.COM – Dari 35 diduga korban mabuk menyantap nasi online terus bertambah menjadi 62 orang untuk memastikan kondisi korban bupati Ir.H.Mian di dapingi TP PKK Ny.Hj Eko Kurnia Ningsih Mian datangi satu persatu korban.
Bupati Mian Bersama TP KK mendatangi satu persatu korban keracunan di RSUD Arga Makmur dan RS Hana Charitas, di duga karena menyantap nasi yang di belinya dengan cara online.
“Iya Kata Bupati, Alhamdulillah kondisi para korban sudah membaik, semoga secepatnya bisa pulih dan bisa kembali beraktifitas,” ujarnya.
Sama halnya di sampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Nova Hendriani menyebutkan 52 korban saat ini menjalani rawat inap diantaranya 48 korban di RSUD Argamakmur dan 3 korban di RS Hana Charitas.Sedangkan 10 korban diduga keracunan hanya menjalani rawat jalan.
“Untuk itu korban yang dirawat di Rumah Sakit biaya gratis, dan mungkin 2-3 hari sudah bisa pulang kerumah.
Namun hal ini kita tidak menutup kemungkin bisa bertambah lagi karena penjual ngakunya 100 bungkus terjual waktu itu,” kata Nova Hendriani.
Meski masih menunggu hasil LAB resmi dari BPOM, Kabid P2P Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Ujang Ismail menerangkan korban terus bertambah diduga disebabkan Bakteri Staphylococcus berkembang di sambal nasi bungkus online oleh sebab itu bakteri dapat bertahan lebih dari 4 hari menyerang tubuh manusia.
“Iya mungkin cara masaknya ada yang tidak sesuai prosedur, dugaan sementara karena Bakteri Staphylococcus yang tumbuh di sambal,” tutupnya.(Adv**SL)





















































