PAGUCINEWS.COM – Kegiatan pemerintah Desa Pondok Bakil tampak tenang seperti hari-hari biasa. Namun, di balik rutinitas harian masyarakatnya, tengah bergulir gelombang kecurigaan yang tak bisa lagi ditahan.
Baca Juga /Pastikan Penanganan Medis Terbaik Presiden Jenguk Siswa dan Guru SDN 01 Kalibaru
Dugaan penyimpangan dana desa menyeruak ke permukaan, menyorot pengelolaan anggaran negara yang seharusnya digunakan demi kesejahteraan warga.
Baca Juga /Polres Bengkulu Utara, Apel Pasukan Operasi Zebra Nala 2025
Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2024 terutama pada penguatan dan peningkatan kapasitas tenaga keamanan, ketertiban oleh pemerintah desa (Satlinmas desa) habiskan anggaran mencapai 61.002.120 (enam puluh satu juta dua ribu seratus dua puluh rupiah).
Baca Juga /Polres Bengkulu Utara Press Conference Pengungkapan Hasil Pencampaian Operasi Musang 2025
Pengembangan pembinaan sanggar seni dan belajar Rp13.270.000 dan pemeliaraan pasilitas jamban umum/MCK Rp32.626.000, selain itu ada juga dugaan penguatan ketahanan pangan dalam satu tahun tiga kali penguatan ketahanan pangan tingkat desa (lumbung desa) mulai dari Rp 30.762.750, Rp 76.831.500 dan 26.268.750.
Sementara dilihat dari keadaan kantor desa dan lingkungan desa Pondok Bakil kecamatan Ulok Kupai, anggaran yang digunakan diduga tidak jelas realisasinya.
“Ia ada indikasi kuat penyalahgunaan dana desa, termasuk program yang tidak jelas realisasinya. Ini bukan tuduhan, tapi permintaan transparansi,” ujar Bayu Setiawan Ketua PMO (Perkumpulan Media Online BU) kepada tim investigasi anggota PMO.
Bayu Setiawan menuturkan, pihaknya menerima banyak keluhan dari warga desa Pondok Bakil yang merasa tidak merasakan manfaat program-program desa, padahal dalam dokumen laporan anggaran, proyek tersebut tercantum dan telah dilaksanakan.
Dengan adanya dugaan tersebut ketua PMO Bayu Setiawan meminta kepada kepala inspektorat bengkulu utara desa pondok bakil untuk di audit pengunaan anggaran yang diduga penggunanya tidak sesuai dengan laporan dalam APBDes,”jelasnya.(Tim)
Redaksi -Suliswan














































